Kamis, 23 April 2015

Contoh Sistematika Pembelajaran Penjas Bagian Pendahuluan


TUGAS
SISTEMATIKA PEMBELAJARAN PENJAS BAGIAN PENDAHULUAN
Dosen Pengampu: Nur Rohmah Muktiani, M.Pd
Diajukan Kepada Dosen Mata Kuliah Teknologi Pembelajaran Penjas
Universitas Negeri Yogyakarta
untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Mata Kuliah Teknologi Pembelajaran Penjas








Oleh   :
SATRIA TANGGUH H.
12601244067
PJKR D





PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2014



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

                    Satuan Pendidikan     : SMP N/MTs
                        Kelas/Semester         : IX/1 (Ganjil)
                        Mata Pelajaran          : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
                        Materi Pokok            : Permainan Softball
                        Waktu                        : 1 x 40 menit

A.    Kompetensi Inti :
1.     Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut.
2.   Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong) santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.  Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4.  Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.      Kompetensi Dasar :
1.1  Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama yang dianut dalam melakukan  aktivitas jasmani, permainan, dan olahraga.
2.1  Berperilaku sportif dalam bermain.
2.6  Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.
3.3  Memahami konsep keterampilan gerak dasar fundamental permainan bola kecil.
4.2 Mempraktikan teknik dasar permainan bola kecil dengan menekankan gerak dasar fundamental.
C.    Indikator
1.      Siswa melakukan doa sebelum memulai dan mengakhiri pembelajaran penjasorkes.
2.      Siswa menunjukkan sikap sportif dalam bermain.
3.      Siswa menunjukkan sikap disiplin selama mengikuti pembelajaran penjasorkes.
4.    Siswa dapat menjelaskan teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola dalam permainan softball dengan benar.
5.     Siswa dapat menggambarkan lapangan softball dengan benar.
6.     Siswa mampu mempraktikan teknik dasar melempar bola pada permainan softball dengan benar.
7.    Siswa mampu mempraktikan teknik dasar menangkap bola pada permainan softball dengan benar.
8.     Siswa mampu mempraktikan teknik dasar memukul bola pada permainan softball dengan benar.

D.    Tujuan Pembelajaran.
Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan peserta didik dapat:
1.    Membiasakan berdoa sebelum memulai dan mengakhiri pembelajaran pebjasorkes menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
2.      Menunjukkan sikap sportif selama pembelajaran.
3.      Menunjukkan sikap disiplin selama mengikuti pembelajaran.
4.    Menjelaskan teknik melempar, menangkap dan memukul bola pada permainan softball dengan benar.
5.      Melakukan teknik melempar pada permainan softball dengan benar.
6.      Melakukan teknik menangkap pada permainan softball dengan benar.
7.      Melakukan teknik memukul datar pada permainan softball dengan benar.

E.     Materi Pembelajaran
Permainan softball:
·         Teknik melempar, menangkap dan memukul dalam permainan softball.
·         Taktik memenangkan bola dalam permainan softball.


F.     Kegiatan Pembelajaran
1.      Pendahuluan
a.       Menyiapkan peserta didik.
Guru mengkondisikan peserta didik untuk berkumpul di area lapangan tertentu. “Anak-anak semuanya  berkumpul buat barisan (berbanjar atau bersaf)".
b.      Membariskan peserta didik
Guru membariskan peserta didik menjadi bershaf atau berbanjar (Menyesuaikan jumlah siswa dan luas tempat) dan aturan tinggi badan yang tinggi berada dikanan dengan aba-aba “Siap grak – Setengah lengan lencang kanan grak – tegak grak".
c.       Berhitung dimulai dari barisan kanan paling depan.
Setelah membariskan siswa, guru memberikan aba-aba “Berhitung!-Mulai!” guna untuk menghitung jumlah siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran.
d.      Berdo’a untuk mengawali kegiatan pembelajaran.
Guru memimpin do’a dengan kata-kata “Untuk mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan kali ini marilah kita berdo’a menurut agama dan kepercayaan masing-masing, berdoa-mulai”
e.       Salam untuk membuka kegiatan pembelajaran.
Guru mengucapkan salam dan menanyakan kondisi atau kabar peserta didik untuk membuka kegiatan pembelajaran. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi/siang/sore? Bagaimana kabarnya?”
f.       Presensi untuk mengetahui kehadiran siswa.
Guru melakukan presensi untuk mengetahui kehadiran siswa dengan cara memanggil satu persatu dimulai dari urutan presensi nomer 1 sampai dengan nomer terakhir, Siswa di istirahatkan di tempat “Istirahat di tempat grak!”, “Saya presensi terlebih dahulu” setelah selesai kemudian guru mengatakan “Apakah ada yang belum saya panggil?”
g.      Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diajarkan.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diajarkan, “Pada pertemuan hari ini kita akan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan materi permainan softball diharapkan setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran ini nanti kalian dapat melakukan berbagai macam teknik atau keterampilan yang ada di dalam permainan softball, diantaranya adalah melempar, menangkap dan memukul bola dengan benar”.
h.      Apersepsi
Guru menyampaikan apersepsi yaitu mengaitkan materi yang sudah dirancang dengan materi yang pernah di dapatkan oleh peserta didik serta memberikan motivasi sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, “Materi pembelajaran hari ini adalah permainan softball, apakah diantara peserta didik di kelas ini sudah pernah bermain softball? Atau melihat tayangan pertandingan softball? Jika ada nanti pengalaman yang pernah di dapatkan ketika bermain softball atau menyaksikan pertandingan softball bisa diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran di hari ini. Dan bagi yang belum pernah atau sama sekali tidak tahu bagaimana permainan softball, pada pembelajaran hari ini akan di sampaikan atau diajarkan mengenai materi tentang permainan softball jadi mohon untuk semuanya mengikuti kegiatan pembelajaran ini dengan sungguh-sungguh agar proses kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.
i.        Pemanasan
         Pemanasan 1. Melakukan gerakan pemanasan dalam bentuk permainan, yang diberi nama permainan menjala ikan, permainan ini dimainkan di area lapangan 20 x 20 meter. Dua orang menjadi jala dan siswa lainnya menjadi ikan, pemain yang menjadi jala berusaha untuk menangkap ikan jika siswa yang menjadi ikan tertangkap oleh siswa yang menjadi jala maka siswa yang menjadi ikan bergabung menjadi pemain yang menjadi jala dengan saling berpegangan tangan untuk berusaha menangkap siswa yang menjadi ikan, diantara dua siswa yang menjadi jala tadi yang berhasil menangkap siswa yang menjadi ikan paling banyak adalah pemenangnya. Permainan ini bertujuan untuk meningkatkan suhu tubuh serta mempersiapkan kondisi tubuh peserta didik untuk melaksanakan aktivitas fisik.
         Pemanasan 2. Melakukan gerakan pemanasan dalam bentuk permainan, yang diberinama permainan menangkap ekor,  permainan ini dimainkan dengan tiga tim sesuai dengan barisannya masing-masing dan dilakukan dalam area lapangan 15 x 15 meter. Masing-masing kelompok berbaris berbanjar dan saling memegang bahu teman didepannya, siswa yang paling depan menjadi kepala dan siswa yang paling belakang menjadi ekor. Siswa yang menjadi kepala berusaha menangkap siswa yang menjadi ekor tim lawan. Diberi tiga kali percobaan dengan tujuan untuk meningkatkan suhu tubuh serta mempersiapkan kondisi tubuh peserta didik untuk melaksanakan aktivitas fisik.







Jumat, 21 Februari 2014

Catatan Sang Penghayal

Anomali Kehidupanku,
     Aku hanyalah seorang anak yang mencoba untuk terus berada di jalur bekerja keras untuk menggapai apa yang menjadi mimpi dan aku cita-citakan. "Bekerja Keras" adalah kata yang paling aku benci sejak aku kecil, sehingga kebencianku terhadap kata itu menggambarkan betapa malasnya aku. Malas dalam keseharianku bukan berarti malas untuk peduli dengan diriku dan lingkunganku, tetapi rasa malas yang ada pada diriku adalah malas untuk mengembangkan potensi diriku untuk menggapai apa yang menjadi mimpi dan cita-citaku.
     Namun kehidupanku berubah pada pertengahan tahun 2011 ketika seseorang yang aku sayangi, aku cintai, aku banggakan sekaligus sosok atau figur panutanku menghilang meninggalkanku. Hilang dan akan kembali itu harapanku, tetapi kenyataannya hilang meninggalkanku di dunia ini untuk selamanya. Sungguh perasaanku hancur lebur, namun aku mencoba untuk tegar seperti apa yang beliau pesankan kepadaku "Jadilah seorang laki-laki yang tegar dalam kondisi sesulit apapun".
         Akhir tahun 2012 menjadi puncak mengawali cintaku pada kata "Bekerja Keras". Disaat kedua kalinya aku kembali kehilangan seseorang yang aku sayangi, aku cintai, aku banggakan sekaligus sosok atau figur panutanku pergi meninggalkanku di dunia ini untuk selamanya. Aku sadar saat itu juga bahwa aku sudah tidak mempunyai lagi seseorang yang menjadi tempatku berpegang. Terlalu dini semua ini terjadi menimpa kehidupanku bahwa diusiaku yang masih remaja menuju dewasa ini harus berjuang sendiri menentukan nasib kehidupanku dimasa mendatang tanpa ada 2 orang yang menuntun, mengarahkan, membimbing ketika aku salah jalan dan patah arang. Dan mulai detik itu hingga saat ini, besok dan selamanya aku akan tetap berusaha berada pada jalur "Bekerja Keras" karena aku sadar diri bahwa kehidupanku saat ini dan kehidupanku dimasa mendatang yang menentukan adalah diriku sendiri dengan usaha kerja kerasku sendiri.
"Berbahagialah Kalian Yang Masih Memiliki 2 Orang Yang Menjadi Tempatmu Berpegang",